Google+ Followers

Thursday, 28 August 2014

Cita Cita Bukan Sekedar Impian




“Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang”

Rangkaian kata di atas tentu sudah tidak asing lagi bagi kita khan? Namun makna dari sederet kata di atas barangkali saja belum mampu kita endapkan dalam diri kita, apalagi mampu memotivasi diri kita untuk betul-betul bisa meraihnya.
Jika kita tanyakan kepada anak-anak kecil, ”Apa cita-citamu?” maka anak-anak akan langsung menjawab dokter, pilot, guru, perawat, insinyur, professor, presiden, dan lain-lain. Namun sayangnya ketika usia sudah menginjak dewasa, di mana pada fase itu mestinya seseorang sudah memiliki konsep matang tentang cita-citanya, justru yang terjadi adalah kebingungan dan kerancuan ketika ditanya tentang konsep cita-cita itu. Tak jelas lagi arah yang akan kita tuju. Makanya seringkali kita cuma ikut-ikutan teman ketika mau melanjutkan sekolah. Dampak dari “mengekor” ini yang paling mendasar tentu adalah munculnya rasa malas belajar. Dan ini tentu berdampak lebih besar dan panjang di kemudian hari.
Banyak ilustrasi dari biografi tokoh dunia yang mampu menginspirasi orang lain dalam menggapai cita-cita hidupnya. Tidak perlu jauh-jauh, Soekarno sang tokoh revolusi ’45 telah mampu menginspirasi rakyat Indonesia sehingga bisa bersatu padu menggemakan kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo dengan kobaran cita-citanya mengusir penjajah dari tanah Surabaya, mampu menginspirasi rakyat Surabaya untuk bersama menggemakan takbir dan mengangkat senjata mengusir “orang-orang serakah” dari bumi Surabaya.
Cita-cita yang baik itu tidak akan membuat kita resah dan terpuruk ketika belum mampu mencapainya. Cita-cita yang baik itu adalah cita-cita yang selalu memotivasi kita untuk bergerak mencapainya, seterpuruk apapun keadaan kita.
Mungkin kita sudah sering mendengar ungkapan-ungkapan di atas. Kita pun percaya bahwa keinginan, cita-cita, dan visi bisa merupakan senjata dahsyat untuk mencapai sukses. Masalahnya, apakah kita sudah punya cita-cita? Atau, apakah cita-cita yang telah kita rumuskan sudah memiliki kekuatan dahsyat untuk menggerakkan kita meraih sukses? Jika jawabannya belum, maka tidak boleh ditunda lagi, rumuskan cita-citamu sekarang!
     Merumuskan!! Ya, merumuskan sebuah cita-cita adalah cara yang paling efektif untuk bisa meraihnya. Sehingga kita benar-benar fokus dalam membidiknya dan itu bisa dijadikan sebagai misi kita. Misi disini bukanlah sekedar merangkai kata, tetapi misi disini adalah sebuah kesatuan motivasi sehingga menjadi tujuan hidup kita dimasa yang akan datang. Apapun tujuannya, jika sudah diarahkan ke sasaran yang tepat, kemungkinan banyak sekali peluang untuk bisa meraihnya. Cita-cita kita adalah masa depan kita. Cita-cita tentu lebih dari sekedar impian yang melenakan biarpun ada kalanya kesuksesan bisa berawal dari mimpi, namun bukankah kebanyakan dari mimpi itu hanyalah dunia hayal?! Ingat! Hidup lebih dari sekedar impian. Hidup adalah kenyataan yang penuh dengan kompetisi dan tantangan. Hidup bukan milik orang-orang kerdil yang hanya mampu bermimpi dan menghayal.


Post a Comment

Entri Populer