Google+ Followers

Monday, 23 July 2012

HP Bagi Siswa; Sebuah Dilema


HP BAGI SISWA; SEBUAH DILEMA
Oleh : Nanang M. Safa’

Boleh tidaknya siswa membawa hp ke sekolah memang masih menjadi polemik, artinya kebijakan ini sebenarnya berada di persimpangan. Pihak sekolah dihadapkan pada sebuah dilema; boleh beresiko, tidak boleh juga beresiko.

Perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi semakin maju, hingga bisa dikatakan “dunia tanpa batas”.  Trend terhadap penggunaan hp sudah tentu juga melanda para remaja yang nota bene adalah para pelajar. Penggunaan hp bagi pelajar yang hampir separoh waktunya dihabiskan di sekolah, seringkali mendatangkan berbagai masalah. Banyak kasus terungkap tentang pornografi di kalangan pelajar; beredarnya gambar-gambar seronok, blue film, vedio porno yang tak jarang melibatkan pelajar bersangkutan sebagai aktris/aktornya.

Sebuah Dilema
Memperbolehkan atau melarang siswa membawa hp ke sekolah, sebenarnya tidak ada aturan baku, artinya boleh atau tidaknya siswa membawa hp ke sekolah tergantung dari kebijakan dan kesiapan pihak sekolah yang bersangkutan. Memperbolehkan atau melarang siswa membawa hp ke sekolah terutama pada jam-jam kegiatan pembelajaran, tentu sama-sama membawa konsekuensi. Maka sebelum pihak sekolah memutuskan boleh atau tidaknya siswa membawa hp ke sekolah, tentu pihak sekolah sudah harus punya argumen rasional, bukan hanya sekedar memperbolehkan atau melarang.
Memperbolehkan dengan membabi buta atau sekedar untuk menghindari cap sebagai sekolah konservative dan ketinggalan jaman, tentu hanya akan membuat sekolah yang bersangkutan pada akhirnya menuai berbagai masalah. Ini sudah pasti. Sebaliknya melarang siswa membawa hp ke sekolah tentu juga bukan kebijakan yang bijaksana, sebab eranya sekarang memang era teknologi informasi dan komunikasi. Lagipula kenyataannya sering ditemui siswa dilarang membawa hp ke sekolah, sementara para guru menenteng hp pada jam-jam pelajaran, bahkan –maaf-  ketika siswa sedang full konsentrasi mengerjakan soal-soal ulangan, sang guru dengan santainya (baca : arogan) ngobrol lewat hp. Ironis memang. Terus sampai kapan kebijakan pelarangan hp ini akan bisa bertahan?!

Sebuah Wacana
Tulisan ini mencoba mencermati beberapa hal yang barangkali bisa dijadikan bahan diskusi tentang boleh tidaknya siswa membawa hp ke sekolah.
Pertama: Mengingat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian dari peradaban manusia, maka pada saatnya lembaga pendidikanpun mesthi membuka diri terhadap hp, artinya pihak sekolah memang tidak bisa menghindar dari kebolehan siswa membawa hp ke sekolah. Justru menurut hemat penulis, hp bisa dijadikan media pembelajaran pada siswa, misalnya pada pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bukankah ini seiring dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan global.
Kedua: Kebolehan membawa hp ke sekolah harus disertai dengan peraturan dan rambu-rambu yang jelas dan tegas untuk meminimalisir dampak negative dari hp bagi siswa. Peraturan ini harus juga disertai sanksi tegas terhadap siswa yang melanggar. Misalnya, hp yang boleh dibawa ke sekolah hanyalah hp dengan fasilitas tertentu (yang penting bisa untuk komunikasi) tidak perlu hp yang ada kamera atau fasilitas lain yang lebih canggih, pada jam-jam pembelajaran hp harus di non aktifkan alias hp hanya boleh diaktifkan pada jam istirahat dan ketika jam pembelajaran berakhir,  dll.
Ketiga: Perlu adanya sosialisasi sejak dini kepada para siswa/orang tua siswa tentang peraturan dan sanksi pelanggaran terhadap kebolehan membawa hp ke sekolah untuk menghindari protes yang kadang bisa mengarah pada konflik berkepanjangan akibat ketidak tahuan dan kesalah pahaman.
Keempat: Harus dilakukan operasi secara berkala sebagai kontrol terhadap hp siswa. Atau jika dianggap perlu pihak sekolah bisa bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk sekali waktu melakukan sidak (operasi mendadak) terhadap hp siswa. Ini dimaksudkan sebagai “stressing” atau untuk menimbulkan efek jera terhadap siswa agar tidak mencoba-coba berbuat neko-neko lewat hp yang dibawanya.
Demikian tulisan singkat ini sebagai wacana tentang kebolehan membawa hp bagi siswa  ke sekolah. Selanjutnya terserah kebijakan dan kesiapan pihak sekolah masing-masing.@


*Dimuat di Radar Blitar (Jawa Pos Group) edisi 16 Desember 2009.
Post a Comment

Entri Populer